BENGKULU — Musibah kebakaran yang melanda kawasan Kelurahan Pengantungan, Kota Bengkulu, meninggalkan duka bagi sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerusakan rumah. Berdasarkan data Tim Respons Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Bengkulu per 12 Agustus 2026, sebanyak 17 rumah habis terbakar di RT 05 dan RT 06, sementara 6 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Kondisi tersebut mendorong Muhammadiyah melalui MDMC Bengkulu, LAZISMU Bengkulu, Muhammadiyah Disaster Response (MDR), dan unsur Muhammadiyah lainnya untuk bergerak memberikan respons kemanusiaan kepada warga terdampak.
Data Tim Respons MDMC Bengkulu mencatat terdapat 16 warga terdampak, terdiri dari 7 lansia, 2 orang lansia lainnya dalam pendataan kelompok keluarga, serta 1 lansia, dan sejumlah anak-anak serta balita yang membutuhkan perhatian. Di antara anak-anak terdampak terdapat 5 anak usia SD, 3 anak SMP, dan 1 mahasiswa, serta 4 balita.
Tim Muhammadiyah telah melakukan assessment di RW 01, RT 01, RT 05, dan RT 06 Kelurahan Pengantungan. Selain pendataan, tim juga melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah setempat, serta melakukan assessment kebutuhan warga secara langsung di lapangan.
Saat ini, sebagian penyintas masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Pemerintah telah mendirikan tenda darurat melalui Dinas Sosial, namun berdasarkan laporan tim respons, tenda tersebut belum dapat digunakan secara optimal karena penyintas masih harus mengungsi ke rumah keluarga. Dapur umum BPBD juga telah beroperasi untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.
Ketua LAZISMU Wilayah Bengkulu, Rasman, M.I.Kom, mengajak seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama membantu para korban melalui donasi kemanusiaan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah kebakaran di Pengantungan. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi mereka untuk bangkit dan menata kembali kehidupan,” ujar Rasman.
Menurutnya, LAZISMU Bengkulu berkomitmen menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan Muhammadiyah dengan menghimpun dan menyalurkan amanah masyarakat kepada warga yang membutuhkan.
“Insyaallah setiap donasi yang dititipkan melalui LAZISMU akan kami salurkan untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan para penyintas sesuai hasil assessment dan kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
Adapun kebutuhan yang teridentifikasi antara lain school kit untuk anak-anak, pakaian layak pakai, kebutuhan bayi, serta kebutuhan dasar lainnya.
Tim Respons Muhammadiyah juga merencanakan assessment lanjutan pada 13 Agustus 2026 yang akan dilakukan oleh MDMC bersama UKM TB Kiai Soedjak Bengkulu. Selain itu, akan dilakukan penggalangan dana oleh LAZISMU Bengkulu, IMM, dan ORMAWA se-lingkup Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Salurkan Donasi Kemanusiaan
Masyarakat yang ingin ikut membantu korban kebakaran dapat menyalurkan donasi melalui:
Bank Syariah Indonesia (BSI) No. Rekening: 7271788643 a.n. Lazismu Bengkulu Kemanusiaan. Konfirmasi donasi: 0851-3943-1459
Rasman berharap solidaritas masyarakat Bengkulu terus tumbuh. Menurutnya, di tengah musibah, kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan penting bagi para penyintas untuk kembali bangkit.
“Mari bersama-sama menjadi bagian dari kebaikan. Ulurkan tangan, ringankan beban, dan bantu saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” pungkasnya.